Sukmawati Sukarnoputri datang ke
Bareskrim Mabes Polri di dampingi Penasehat Advokasi / Hukum nya Yongla Patria Manroe dan
juga bersama sama pengurus DPP PNI Marhaenisme dlm rangka meminta Bareskrim
untuk menyelidiki keterkaitan Habib
Rizieq yang menyatakan “ Pancasila
Sukarno Ketuhanan ada di Pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan
ada di Kepala “, seperti yang beredar di
YouTube, ibu Sukmawati Sukarnoputri mengharapkan agar Kabareskrim
memanggil Habib Rizieq untuk di mintai
klarifikasinya dan jika menurut POLRI ada terdapat unsur unsur pelecahan
terhadap Pancasila dan Bung Karno atau
unsur lainnya maka proses hukum di serahkan kepada Pihak Polri sesuai dengan aturan
dan ketentuan yang berlaku.
Kemudian kami mencoba mewancarai Penasehat Advokasi Sukmawati Sukarnoputri yakni Yongla Patria Manroe dan Bung Yongla Patria menyatakan dalam situasi politik yang
tensinya cukup memanas saat ini maka segala sesuatu yang dapat menimbulkan
opini untuk membuat kemungkinan
kemungkinan mengarah perpecahan anak bangsa harus segera di antisipasi dengan
baik oleh aparat hukum dengan penyelesaian yang baik agar tidak melebar kemana
mana, dan saya harapkan dan saya doakan agar siapapun baik itu orang biasa atau tokoh masyarakat kiranya jangan melakukan penghinaan atau pelecehan terhadap Dasar Negara dan Bung Karno Sang Proklamator karena hal itu akan berdampak " Hukum". Juga besar harapan saya agar rakyat harus tetap menahan diri untuk saling menghormati dan menghargai
satu sama lainnya, dan dalam situasi apapun kita harapkan jangan sampai ada
benturan atau di benturkan antara Islam dengan Pancasila karena kita semua adalah satu tanah air, satu bangsa dan satu
bahasa dalam NKRI yang berdasarkan Pancasila, demikian pernyataan Yongla Patria Manroe yang juga di dampingi staff ahlinya Henny Rachel Leimena SH MH.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar